SELAMAT HARI JADI SITUBONDO KE-195, SEMANGAT MEMBANGUN BERSAMA UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA

Jumlah Tamu :

SMS GRATIS

Pengikut

Selamat Datang

EKONOMI SITUBONDO, KEBINGUNGAN OTONOMI EMPIRIK

Konsep Ekonomi Kabupaten Situbondo seperti kehilangan arah, segenap potensi yang dimiliki tidak dapat di optimalkan layaknya asset penting yang belum tentu dimiliki daerah lain. Kelemahan Master Plan ekonomi yang seharusnya terealisasi sebagai manifestsi visi dan misi pemerintahan sektoral nyaris tidak nampak sama sekali. Lantas kemana arah sebenarnya yang dapat diambil daerah sebagai langkah objektif demi terangkatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Situbondo yang kita cintai ini. Rencana strategis (master plan) dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi di Situbondo perlu dikaji lebih jauh. Mengingat beberapa persoalan daerah baik secara langsung maupun tidak langsung menurunkan rasa optimistis (psikologis) para pengusaha terhadap iklim birokrasi yang tidak kondusif prespektif politik.
Keberadaan pengusaha luar yang selama ini menjadi pengharapan tetap memantau perkembangan up to date prospek bisnis di Situbondo berhubungan dengan fasilitas kebijakan pemerintah daerah, dukungan serta perhatian yang lebih agar mampu menjamin berlangsungnya kondisi usaha (survival) hingga pengembangan kedepan. Studi kelayakan akan menunjukkan nilai minus jika beberapa aspek pendukung tersebut tidak terpenuhi, konsekwensi logis bagi masyarakat demi mengurangi angka pengangguran tentunya harus kita perhatikan. Sinergisme pemerintahan daerah akan memberikan kepercayaan berinvestasi dan iklim usaha.
Menyambut kerjasama luar negeri yang baru-baru ini disahkan oleh pemerintahan SBY tentu memberi ‘trickle down effect’ dalam menunjukkan peran aktif daerah dalam memanfaatkan potensi yang memiliki spesifikasi sesuai kebutuhan (Misal kerja sama perikanan dengan China). Situbondo dipastikan dapat meraup lahan yang luas apabila pemerintah memfasilitasi komunikasi yang intensif antara pengusaha dengan pemegang peran ekspor, sehingga pemanfaatan sumber daya alam mampu memberikan kontribusi yang maksimal terhadap perolehan pajak (fiskal) dan peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) serta pertumbuhan ekonomi riil Situbondo hingga mencapai 4% lebih. Pertumbuhan ini sangat didukung kontribusi kelautan dengan komoditas hasil laut di sepanjang pesisir pantai yang mencapai ± 150 Km. Total realisasi ekspor yang berkisar pada satu komoditi dapat dikembangkan hingga komoditi yang melimpah di perairan umum (lihat : data Dinas Perikanan dan Kelautan Situbondo).
Harapan ± 700.000 masyarakat Situbondo terutama pesisir pantai untuk mendapat perhatian selalu kandas dengan arah birokrasi yang ter-kontaminasi (contaminated) arus politik yang tidak berpihak. Sementara ini konteks pengembangan ekspor Situbondo tetap tertopang dari hasil laut, baik dari perikanan maupun kekayaan laut dalam bentuk cindera mata (handicraft) serta bentuk lain. Rendahnya nilai jual produk akibat terkendala lemahya pengolahan dan kemasan tampak belum mendapat perhatian dan solusi dari berbagai pihak. Hal ini tentu berdampak produsen di Situbondo akan menjadi ‘pemain’ yang kurang dominan dalam pengembangan pangsa pasar (market share) secara independen strategis.
Realitas ini perlu dipelajari dan menjadi tanggung jawab bersama dalam menghadapi era otonomi daerah yang menuntut kemandirian dari sisi kebijakan ekonomi. Hal ini juga demi timbulnya kesadaran dan tanggung jawab dalam peningkatan produktifitas sumber daya alam (SDA) dan kekayaan yang potensial yang lain. Korelasi investasi dan dunia usaha sangat jelas yang akan menempati lini penting kerangka hubungan dengan pemerintahan daerah yang mampu memfasilitasi pengusaha lokal dalam melakukan pengolahan dan perbaikan produk sebagai prasyarat memasuki pangsa internasional. Intensifikasi serta difersifikasi produk lokal yang dilakukan oleh pengusaha luar berbasis hasil laut ini memberikan prospek cerah jika peran birokrasi untuk memberikan jaminan stabilitas dan kondusifitas wilayah dalam mengembangkan investasinya.
Sudah saatnya strategi pengembangan (economic development economic) dapat dilaksanakan oleh pemerintah bersama stake holder di daerah maupun sistem dari luar untuk menentukan Master Plan perekonomian Kabupaten, managing system harus segera diterapkan secara universal untuk menuai dampak positif pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) yang signifikan.
Perhatian pemerintah yang dinilai ‘setengah hati’ dalam memperhatikan sektor ekonomi riil sangat diharapkan berbenah dan mengambil langkah taktis (jika perlu) untuk memperoleh kepercayaan publik, terutama pengembang domestik dan asing untuk menanamkan investasi dan mengangkat pengusaha lokal untuk lebih diberdayakan dan pemberian fasilitas demi peningkatan mutu produksi lokal dalam menyongsong pasar bebas asia (terutama).

Komentar :

ada 5 komentar ke “EKONOMI SITUBONDO, KEBINGUNGAN OTONOMI EMPIRIK”
Anonim mengatakan...
pada hari 

Gimana kalo kita buat pabrik bareng2 ja .... biar ga ribet ma pemerintah ,..

Anonim mengatakan...
pada hari 

baguss.... kreasinya bisa ditingkatkan nih.

Anonim mengatakan...
pada hari 

Yap... kita harus maju ..

Anonim mengatakan...
pada hari 

Ayo bangun Republik Situbondo tercinta...

joko-sutrisno mengatakan...
pada hari 

Pokok bahasan yang bagus, apalagi berdasar data real di lapangan. Bahasan mengenai wilayah pesisir selalu menggugah bagi siapa saja yang tinggal di Situbondo.

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kirim update terbaru dari

Situbondo Forum Berbagi Ilmu langsung ke Email sobat!

Delivered by FeedBurner

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ari Cahyadi